Solo || jateng.bratapos.com - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah melanjutkan program pembinaan olahraga disabilitas dengan mengirimkan pelatih-pelatih terpilih ke 35 kota/kabupaten di wilayah Jawa Tengah pada tahun 2025. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 21 kota/kabupaten, kali ini para pelatih tersebut akan mendampingi langsung pembinaan atlet disabilitas di lebih banyak daerah, dengan harapan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelatihan.
Para pelatih yang telah lolos seleksi tersebut mendapatkan pembekalan intensif di Lorin Syariah, Solo, pada 5-7 Februari 2025. Pembekalan ini melibatkan Ketua NPCI dari masing-masing kota/kabupaten di Jateng dan membahas berbagai materi penting, seperti strategi pembinaan, pengembangan prestasi olahraga disabilitas, serta tata kelola organisasi. Pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan para pelatih agar dapat memberikan dampingan yang maksimal di daerah mereka masing-masing.
Program ini diharapkan dapat memperkuat NPCI di tingkat kota/kabupaten sebagai pusat pembinaan dan pembibitan atlet berprestasi. Dengan menugaskan pelatih berpendidikan S1 Ilmu Keolahragaan di 35 wilayah, NPCI Jateng berusaha untuk menjangkau masyarakat disabilitas di tingkat yang lebih rendah, seperti kecamatan, desa, bahkan RT. Program ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat disabilitas untuk berolahraga dan meraih prestasi.
Dalam kesempatan ini, Suci Baskorowati, Kabid Keolahragaan Disporapara Jateng, memberikan apresiasi atas prestasi kontingen Jateng yang berhasil meraih juara umum di Pekan Paralimpik Nasional (Perparnas) Solo 2024. Ia juga menekankan pentingnya program pelatih pembinaan jangka panjang sebagai bentuk tanggung jawab dalam mencetak atlet berprestasi. Ke depan, diharapkan kerjasama antara NPCI, pemerintah, dan berbagai stakeholder lainnya dapat terus berjalan dengan baik.