Nyadran: Tradisi Syukuran dan Doa untuk Leluhur Foto : Acara tradisi sedekah bumi atau nyadran.
Bratapos / Daerah

Nyadran: Tradisi Syukuran dan Doa untuk Leluhur

Terbit : 08-Feb-2025, 19:54 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 253 Kali

Temanggung || jateng.bratapos.com - Menjelang Bulan Suci Ramadan, tradisi sedekah bumi atau Nyadran kembali diadakan di sejumlah desa di Kabupaten Temanggung, sebagai bentuk syukuran sekaligus penghormatan kepada leluhur. Salah satu desa yang melaksanakan acara ini adalah Dusun Slagen, Kecamatan Kranggan, yang menggelar Nyadran di pemakaman desa pada Jumat pagi, (7/2/2025).

Kepala Dusun Slagen, Kanthi, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga melibatkan masyarakat dari dusun-dusun lain. Nyadran di Dusun Slagen menjadi ajang kebersamaan antarwarga dalam mengingat dan mendoakan arwah leluhur mereka.

Selain nasi tumpeng dan ingkung yang menjadi hidangan tradisional dalam Nyadran, acara ini memiliki makna yang dalam. Kepala Dusun Slagen menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk bakti anak kepada orang tua dan leluhur, sebagai ungkapan terima kasih serta doa bagi mereka.

Penyelenggaraan acara ini biasanya jatuh pada hari Jumat Kliwon atau Kamis Kliwon, tepatnya pada bulan Sya'ban," jelas Kanthi, menambahkan pentingnya waktu dan tanggal dalam pelaksanaan Nyadran ini.


Pilihan Untukmu