Kendal || jateng.bratapos.com - Polres Kendal menggelar Apel Gelar Pasukan untuk Operasi Keselamatan Candi 2025 pada Senin, 10 Februari, yang dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Kapolres Kendal AKBP Feria Kurniawan. Tujuan utama dari operasi ini adalah meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus mengurangi angka kecelakaan yang terus meningkat tiap tahunnya.
Bupati Kendal dalam sambutannya mengungkapkan data mengejutkan terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang 2024, dengan 490 kasus, di mana 111 korban meninggal, 491 luka ringan, dan 2 luka berat. Selain itu, sebanyak 7.421 pelanggaran lalu lintas tercatat, dengan kerugian material mencapai Rp 556,3 juta. Menanggapi hal ini, Bupati menekankan perlunya strategi lebih ketat dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.
Operasi Keselamatan Candi 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari, dan akan fokus pada tujuh jenis pelanggaran lalu lintas utama yang meliputi kendaraan over dimensi, pengendara di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengendara tidak memakai helm SNI, penggunaan knalpot tidak sesuai, pengendara melawan arus, serta balap liar. Penindakan akan dilakukan dengan pendekatan yang humanis, edukatif, serta lebih mengutamakan pencegahan.
Kapolres Kendal, AKBP Feria Kurniawan, juga mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama. Ia menegaskan bahwa meskipun operasi ini menekankan penindakan, pihak kepolisian juga akan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dico M Ganinduto juga mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf, mengingat masa jabatannya akan segera berakhir.
Operasi ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi seluruh pengguna jalan di Kendal dan menurunkan angka kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas di daerah tersebut.