Kulon Progo || Jateng.Bratapos.com – Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam upaya menekan angka kemiskinan yang masih tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada 2024, angka kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar 10,40 persen, dengan perempuan sebagai kelompok yang paling terdampak. Oleh karena itu, penguatan ekonomi perempuan menjadi fokus utama pemerintah melalui berbagai program berbasis potensi lokal.
Saat membuka Panen Raya Pegagan di Embung Canggal, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Rabu (21/05), Gusti Putri menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendorong kemandirian perempuan. “Melalui program Desa Prima dan PKK, perempuan didorong untuk memanfaatkan potensi alam sekitar, seperti tanaman pegagan, untuk meningkatkan ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Acara panen raya tersebut mencerminkan kerja sama nyata antara kelompok perempuan, pemerintah daerah, akademisi Universitas Gadjah Mada, serta pelaku usaha seperti PT Naturindo Fresh. Kerja sama ini tak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pengolahan dan pemasaran hasil pertanian berbasis standar organik dan praktik pertanian yang baik.
“Tujuan utamanya adalah agar produk lokal seperti pegagan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Ini adalah bukti bahwa pemberdayaan perempuan bisa membawa dampak ekonomi nyata,” jelas Gusti Putri.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan menyebarluaskan keberhasilan ini ke desa-desa lainnya. “Semoga program ini bisa menjadi inspirasi dan manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat, terutama kaum perempuan, dalam membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.