Pemalang || jateng.bratapos.com - Sukondo, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, merasa sangat bersyukur dengan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rumahnya yang dulunya memiliki dinding bambu dan lantai plester kini telah diperbaiki, sehingga lebih nyaman untuk dihuni, terutama saat keluarganya berkumpul pada Lebaran mendatang. "Terima kasih, Pak Gubernur, rumah saya sekarang lebih layak dan nyaman," ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Sukondo merupakan salah satu dari 677 rumah di Kabupaten Pemalang yang mendapatkan bantuan perbaikan RTLH pada tahun 2024. Sebelum perbaikan, rumahnya sering bocor saat hujan. Kini, rumah tersebut sudah memiliki lantai keramik, dinding yang lebih kokoh, serta struktur yang lebih tinggi. Program perbaikan RTLH ini adalah bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.
Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, Pemprov Jateng telah berhasil memperbaiki 17.325 unit RTLH. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 16.125 unit pada 2023. Setiap rumah yang diperbaiki mendapatkan anggaran sebesar Rp20 juta, yang mencakup biaya material sebesar Rp18 juta dan Rp2 juta untuk biaya padat karya serta konsumsi selama proses renovasi.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, tetapi juga sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah. Angka kemiskinan di Jateng telah mengalami penurunan dari 10,47% pada Maret 2024 menjadi 9,58% pada September 2024.
Program perbaikan RTLH dinilai efektif dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem yang turun dari 1,11% pada 2023 menjadi 0,89% pada 2024. "Kami berharap program ini terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat," ujar Pj Gubernur.