Yogyakarta || jateng.bratapos.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan bahwa penataan Plengkung Gading, yang melibatkan penataan pedagang, bertujuan untuk menjamin kelangsungan usaha mereka di kawasan tersebut. “Akan ditata. Kan baru percobaan saja. Memungkinkan atau tidak,” ujar Sri Sultan dalam pertemuan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (22/01).
Penataan Plengkung Gading juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki kawasan Sumbu Filosofi, yang merupakan salah satu Warisan Dunia Tak Benda yang diakui UNESCO. Area ini membentang dari Tugu Pal Putih hingga Panggung Krapyak di selatan, berbatasan dengan Kali Winongo. “Ya semua kan ada rekomendasi-rekomendasi dari UNESCO yang harus diurus. Kawasannya dari Tugu sampai selatan sana,” kata Sri Sultan menambahkan.
Mengenai mekanisme penutupan kawasan dan jadwalnya, Sri Sultan mengungkapkan bahwa uji coba akan dilakukan terlebih dahulu sebelum keputusan final diambil. “Belum. Dicoba saja belum,” ujarnya.
Kepala DPUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menjelaskan bahwa keretakan pada Plengkung Gading disebabkan oleh tekanan lalu lintas yang cukup berat. Hal ini mengharuskan dilakukan penataan dan pengelolaan lalu lintas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada bangunan bersejarah tersebut.