Rembang || jateng.bratapos.com - Pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Rembang akhirnya angkat bicara setelah beredarnya vidio tentang pemberhentian salah satu petugas pegawai yang viral di salah satu media sosial.
Plt Direktur RSUD Rembang dr Samsul Anwar membernarkan jika ada pemberhentian salah satu karyawan karena tidak mematuhi SOP yang ditetapkan oleh rumah sakit.
Kata dia, yang bersangkutan sudah mendapatkan pembinaan, serta peringatan berkali-kali terkait SOP kebersihan yang menjadi tanggung jawabnya. Namun berdasarkan penilaian manajemen, yang bersangkutan tidak lekas memperbaiki kinerjanya.
Dalam vidio yang beredar luas itu, memperlihatkan, dimana oknum pegawai kebersihan RSUD itu sedang berada di meja rapat evaluasi kinerja oleh pihak rumah sakit. Dalam ruang tersebut sebetulnya ada dua pegawai yang mendapatkan pembinaan. Yaitu oknum pengunggah dan perekam vidio.
Oknum pengunggah vidio mendapatkan sanksi pemberhentian karena dinilai tidak ada perubahan usai mendapatkan pembinaan. Bahkan yang bersangkutan sempat membuat surat pernyataan yang intinya tidak mengulangi perbuatannya lagi, apabila hal itu terjadi bersedia dikeluarkan.
Nasibnya berbeda dengan oknum pegawai yang merekam vidio yang hanya berniat untuk dokumentasi suasan. Karena dinilai melakukan perbaikan kinerja, membuat pihak rumah sakit membuat kebijakan untuk mempertahankan pegawai tersebut.
“Sebetulnya ada dua orang mas yang ada di vidio itu. Mereka sama-sama mendapatkan pembinaan kinerja. Oknum pengunggah vidio memang sudah dikeluarkan, satunya itu yang merekam vidio mas, yang merekam masih kita pertahankan karena setelah pembinaan kinerjanya semakin baik setelah kita evaluasi,” jelasnya.
Sementara itu perekam vidio Al Latif mengaku jika vidio yang beredar memang hasil rekamannya.
Dia mengakui vidio tersebut merupakan dokumentasi suasana saat rapat evaluasi dan pembinaan kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen.
Ia membenarkan jika salah satu rekannya kalau tidak melaksanakan tugas sesuai dengan SOP dan tidak mau memperbaiki kinerjanya, sehingga pihak RSUD mengeluarkan yang bersangkutan.
“Ia itu benar saya mas yang merekam. Teman saya yang dikeluarkan yang mengunggahnya mas, rekan saya itu sudah diberikan kesempatan dan dibina tidak berubah. Alhamdulillah saya berubah, saya masih bekerja disini rumah sakit sebagai kebersihan.
Pihak RSUD Rembang terus melakukan perbaikan dan evaluasi kinerja para pegawai, agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dengan memperbaiki pelayanan, serta melengkapi sarana dan prasarana.
(Istanta Media Brata Pos Rembang ).