Banjarnegara || jateng.bratapos.com - Aipda Agung Ristianto Saputro, seorang anggota Polri dari Polres Banjarnegara, menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap pendidikan anak-anak di desanya. Demi kemajuan MI Ma’arif Nurul Fatah Petir di Kecamatan Purwanegara, Aipda Agung rela mengorbankan tanah pribadinya yang semula direncanakan untuk rumah keluarganya.
Kisah inspiratif ini dimulai pada 2011, ketika Aipda Agung menikahi Winengkuh Dyah Rachmani, seorang bidan desa. Mereka pun menetap di PKD Desa Petir, di mana Aipda Agung mulai menumbuhkan keinginan untuk memiliki tanah dan rumah pribadi di desa tersebut. Pada 2013, ia membeli tanah seluas 460 meter persegi seharga Rp 16 juta dengan menggadaikan emas pernikahannya. Namun, rencana itu berubah ketika anak pertamanya mulai bersekolah di MI Ma’arif Nurul Fatah Petir.
Melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan, dengan anak-anak yang terpaksa belajar di rumah kosong yang tidak layak, Aipda Agung merasa terpanggil untuk berbuat lebih. Pada 8 November 2018, ia memutuskan untuk mewakafkan tanah tersebut kepada pihak sekolah, demi pembangunan fasilitas yang lebih layak bagi para siswa. Keputusan ini didokumentasikan secara resmi, dengan melibatkan Kepala Sekolah dan Sekretaris Desa setempat.
“Saya percaya membantu pendidikan anak-anak adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” ungkap Aipda Agung dengan penuh keyakinan. Keputusan besar yang ia ambil demi pendidikan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Petir, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya pengorbanan dan kepedulian terhadap pendidikan.
Dengan ketulusan hati dan pengorbanan yang besar, Aipda Agung membuktikan bahwa pengabdian seorang polisi tidak hanya terbatas pada tugas negara, tetapi juga kepada masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan yang menjadi fondasi masa depan bangsa.