Demak || jateng.bratapos.com – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak di sejumlah daerah Indonesia, mendapat perhatian serius dari Polres Demak dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertanpangan) Kabupaten Demak. Untuk mencegah penyebaran virus ini, jajaran Polres Demak melakukan edukasi kepada peternak di wilayahnya, termasuk di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah.
Kapolsek Gajah AKP Sunardi bersama anggota Bhabinkamtibmas serta petugas Dinpertanpangan mengunjungi kandang ternak milik Ngasipan, seorang peternak kambing berusia 70 tahun, guna memberikan informasi penting mengenai langkah-langkah pencegahan PMK.
AKP Sunardi mengungkapkan bahwa meskipun beberapa wilayah lain melaporkan kematian ternak, penyebabnya tidak selalu PMK. Data dari Dinpertanpangan menunjukkan tidak ada kasus PMK yang ditemukan di Kabupaten Demak, dan kematian hewan ternak di daerah lain bisa disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem.
Edukasi ini mencakup pentingnya peternak untuk mengenali gejala-gejala PMK, seperti demam tinggi, nafsu makan menurun, serta luka pada kuku yang dapat menyebabkan lepasnya kuku hewan. Sunardi juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sebagai langkah pencegahan.
“Jika ada gejala hewan ternak yang tidak sehat, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Puskeswan terdekat,” pesan Sunardi.
Edukasi ini juga melibatkan Bhabinkamtibmas untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Ngasipan, peternak kambing yang menerima edukasi, merasa sangat terbantu dan lebih memahami cara merawat ternaknya serta tindakan yang harus diambil jika terjadi masalah kesehatan pada hewan.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan peternak dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan hewan ternak mereka, mencegah penularan PMK.