Grobogan || jateng.bratapos.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman serius bagi peternakan di Kabupaten Grobogan, meskipun kasusnya belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Dalam upaya mengurangi penyebarannya, Polres Grobogan terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada peternak. Melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait, pihak kepolisian turun langsung ke lapangan untuk memberikan informasi yang tepat kepada warga, terutama di kandang ternak.
AKP Danang Esanto, Kasi Humas Polres Grobogan, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan respons cepat untuk mengurangi risiko penyebaran PMK. Hal ini penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar, baik bagi peternak maupun perekonomian daerah. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan tentang tanda-tanda PMK, cara menangani hewan yang terinfeksi, dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh peternak.
Peternak juga diberi informasi mengenai vaksinasi hewan ternak sebagai langkah preventif yang sangat disarankan. Polres Grobogan, bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Grobogan, terus melakukan pemantauan rutin serta memberikan vaksinasi kepada ternak yang rentan terkena PMK. Dengan langkah ini, diharapkan penurunan kasus PMK di wilayah tersebut dapat tercapai.
Selain sosialisasi, Polres Grobogan juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mendapati gejala-gejala PMK pada ternak, seperti luka di mulut, kaki, dan demam tinggi. Kerja sama antara masyarakat, peternak, dan pihak kepolisian sangat diharapkan dalam menjaga kesehatan hewan ternak demi mencegah penyebaran penyakit lebih luas.