Jakarta || jateng.bratapos.com – Dalam rangka meningkatkan kinerja kepolisian, SSDM Polri menggelar diskusi panel pada Jumat, 24 Januari 2025, dengan tema “Peningkatan Kinerja Kapolsek di Polda Jajaran.” Diskusi ini dipandu oleh pengamat sosial Devie Rahmawati dan menghadirkan sejumlah narasumber ternama, seperti Komjen Pol (P) Ito Sumardi, Prof. Nur Basuki, Irjen (Purn) Arief Wicaksono Sudiutomo, dan jurnalis senior Totok Suryanto.
Komjen Pol Dedi Prasetyo, Irwasum Polri, membuka diskusi dengan menekankan pentingnya evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan di tubuh Polri. “Polri dengan lebih dari 490 ribu personel memerlukan perhatian khusus dan masukan dari berbagai pihak untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada,” ujar Dedi. Ia juga mengakui adanya penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri, terutama setelah sejumlah peristiwa di akhir tahun 2024. Menurutnya, Polsek yang merupakan ujung tombak pelayanan publik harus menerima setiap laporan dari masyarakat tanpa pengecualian.
Irjen (Purn) Arief Wicaksono Sudiutomo, Ketua Harian Kompolnas, menambahkan bahwa Polsek merupakan garda terdepan dalam menyelesaikan masalah di masyarakat. Ia juga menyoroti perbedaan tantangan yang dihadapi Polsek di wilayah perkotaan, perbatasan, dan pedalaman, yang membutuhkan pendekatan mitigasi yang berbeda.
Komjen Pol (P) Ito Sumardi, mantan Kabareskrim Polri, mengingatkan bahwa Polri harus memiliki kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik. “Dengan kesadaran dan kemauan untuk berubah, Polri bisa kembali menjadi lembaga yang dihormati dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Dalam diskusi ini, Prof. Nur Basuki Minarno menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM polisi, dengan banyak anggota Polri yang masih memiliki latar belakang pendidikan SMA. “Pendidikan menjadi prioritas agar polisi dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Nur Basuki.
Praktisi media Totok Suryanto juga menyampaikan bahwa kritik dari masyarakat terhadap Polri adalah hal yang wajar, mengingat besarnya harapan masyarakat terhadap institusi ini. “Polri harus kembali menjadi lembaga yang disegani dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Totok.
Seluruh narasumber sepakat bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, kualitas SDM polisi harus terus diperbaiki. Diskusi ini juga dihadiri oleh para pejabat tinggi Polri, termasuk Irjen Pol Ronny F. Sompie, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto, dan Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto, serta Kapolda dan Kapolres jajaran di 36 Polda yang turut mengikuti secara virtual.