Prioritas Perbaikan Jalan Jepara-Keling Rusak , Tapi Cuma Ditambal? Foto : EKSEKUSI: Pekerja jalankan alat berat untuk melakukan pemadatan material penutup jalan berlubang Selasa (7/1).
Bratapos / Daerah

Prioritas Perbaikan Jalan Jepara-Keling Rusak , Tapi Cuma Ditambal?

Terbit : 09-Jan-2025, 11:31 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 147 Kali

Jepara || jateng.bratapos.com - Kerusakan parah pada Jalan Raya Jepara-Keling kini menjadi perhatian utama dalam program perbaikan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pengelola Jalan (BPJ). Ruas jalan yang dimulai dari Mulyoharjo hingga Keling ini mengalami kerusakan serius, dengan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan, terutama di sisi kiri dan kanan jalur yang sering dilalui kendaraan.

Ketua Kelompok Kerja BPJ Wilayah Jepara, Kudus, dan Pati, Parjo, menjelaskan bahwa perbaikan jalan ini bukan berdasarkan pengaduan, melainkan melalui pemeliharaan rutin yang dilakukan secara berkala. “Kami melakukan pemeliharaan rutin di wilayah Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang,” ujarnya usai meninjau perbaikan jalan di kawasan Suwawal, Mlonggo.

Kerusakan yang terjadi, terutama di ruas Keling, dipengaruhi oleh cuaca ekstrem. Oleh karena itu, ruas jalan ini menjadi prioritas penanganan, dengan perbaikan yang dilakukan secara berkala, tergantung pada kondisi kerusakan yang ada. “Lokasi kerusakan terus berpindah, sesuai dengan kondisi jalan yang membutuhkan perbaikan,” tambah Parjo.

Dalam proses perbaikan, BPJ menggunakan alat berat seperti ekskavator dan tandem roller untuk mengeruk material yang rusak dan menggantinya dengan material yang lebih baik. “Kami menggunakan pasir Muntilan, agregat kasar, dan semen untuk pemadatan lapis demi lapis agar lubang dapat tertutup dengan baik,” katanya.

Namun, Parjo menegaskan bahwa penanganan saat ini masih sebatas tambal sulam, yaitu perbaikan darurat. “Kendala utamanya adalah cuaca yang tidak menentu. Hujan terus-menerus menyebabkan kerusakan kembali muncul meskipun sudah ada perbaikan,” ujarnya.

Rencananya, pada tahun 2025, akan ada peningkatan perkerasan jalan sepanjang 35 kilometer di ruas ini. Proyek ini akan dikerjakan oleh PU Bina Marga dan Cipta Karya dari Kantor Semarang, namun karena keterbatasan anggaran, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap.

Parjo juga mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keawetan jalan, salah satunya dengan memperhatikan sistem drainase agar tidak terjadi sumbatan yang dapat menggerus material jalan. “Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menjaga jalan agar tetap baik dan mendukung kelancaran perekonomian,” pungkasnya.


Pilihan Untukmu