Jakarta || jateng.bratapos.com - Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dengan kolaborasi berbagai pihak, meluncurkan Program Desa Sejahtera Mandiri yang bertujuan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat miskin yang menerima bantuan sosial. Dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu, 5 Februari 2025, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M. Si, bersama Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, S.E, memaparkan program ini kepada Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Sosial RI, DPRD Jawa Tengah, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi dan kabupaten, serta organisasi CSR dan filantropi. Tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, Program Desa Sejahtera Mandiri menempatkan masyarakat miskin sebagai subjek utama yang diberdayakan melalui berbagai kegiatan sosial, penguatan kapasitas, dan pengembangan jejaring pengamanan sosial berbasis komunitas. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian dan ketahanan sosial bagi masyarakat kurang beruntung.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan. Dengan memberdayakan masyarakat, diharapkan mereka dapat mandiri dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. "Ini adalah langkah konkret untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mandiri dalam jangka panjang,"ujar Imam Maskur.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, mengungkapkan bahwa ada 923 desa di Jawa Tengah yang telah teridentifikasi sebagai desa miskin. Proses inventarisasi jumlah dan profil penduduk serta tingkat kemiskinan menjadi bagian penting dalam perencanaan program. Potensi masing-masing desa akan dimaksimalkan sebagai dasar untuk implementasi program yang lebih tepat sasaran dan efektif.