RAK: Kunci Penggerak Koperasi di Boyolali Foto : Rapat Anggota Konsultasi (RAK) untuk menutup buku tahun 2024 di Aula Makodim 0724/Boyolali, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, pada Selasa (7/1/2025).
Bratapos / Daerah

RAK: Kunci Penggerak Koperasi di Boyolali

Terbit : 07-Jan-2025, 22:16 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 132 Kali

Boyolali || jateng.bratapos.com – Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali menggelar Rapat Anggota Konsultasi (RAK) untuk menutup buku tahun 2024 di Aula Makodim 0724/Boyolali, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, pada Selasa (7/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan koperasi selama setahun terakhir serta rencana dan target yang akan dicapai di tahun mendatang.

Ketua Primer Koperasi D-04 Boyolali, Kapten Arh Iswadi Yusuf, menekankan bahwa RAK adalah elemen penting dalam koperasi, yang tidak hanya berfungsi untuk menginformasikan kepada anggota tentang kemajuan koperasi, tetapi juga sebagai wujud implementasi azas kekeluargaan yang menjadi prinsip dasar koperasi. “RAK merupakan sendi utama dalam penggerakan koperasi, sekaligus sebagai pertanggungjawaban dalam pengelolaan koperasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, S.Pd.M.Han, mengharapkan agar seluruh anggota koperasi lebih aktif dalam mengikuti laporan perkembangan koperasi, memberikan masukan dan koreksi untuk kemajuan bersama. Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi di lingkungan TNI AD bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit, PNS TNI AD, dan keluarga mereka. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi dalam hal ini masih cukup besar.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa koperasi yang dikelola di lingkungan TNI AD berfokus pada penyediaan kebutuhan pokok bagi anggotanya, serta layanan simpan pinjam untuk membantu anggota yang membutuhkan. Namun, ia mengingatkan agar koperasi tetap menjaga komitmen untuk berperan sebagai badan usaha yang memiliki jiwa sosial tanpa mengabaikan prinsip bisnis yang mendukung pengembangan modal dan sektor usaha koperasi.

“Meski berjiwa sosial, koperasi tetap harus menjalankan manajemennya dengan profesional dan berorientasi pada keberlanjutan usaha,” tambah Dandim.

Dengan penyelenggaraan yang matang, RAK ini diharapkan bisa memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta menghadapi tantangan ekonomi yang ada.


Pilihan Untukmu