Jepara || jateng.bratapos.com – Karimunjawa, pulau wisata terkenal dengan pantai berpasir putih dan pesona alam yang memikat wisatawan lokal maupun mancanegara, kini menghadapi masalah serius. Keindahan alamnya terganggu oleh tumpukan sampah yang menumpuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Tumpukan sampah ini terletak di area jalan raya utama pulau tersebut, mengganggu pernapasan baik warga maupun wisatawan.
Evan, wisatawan asal Semarang, mengungkapkan kekecewaannya. Ia yang datang untuk menikmati liburan bersama pasangannya, terpaksa menahan napas saat melintasi area yang dipenuhi sampah. “Kami sangat senang bisa berlibur di Karimunjawa, namun bau sampah di jalan ini membuat kami tidak nyaman,” ujarnya.
Masalah sampah ini bermula sejak awal Desember 2024, ketika satu-satunya mobil pengangkut sampah yang biasa digunakan untuk membawa sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dibawa ke Jepara untuk diservis. Kepala Desa Karimunjawa, Arif Setiawan, mengatakan sudah berulang kali mencoba menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara untuk meminta solusi, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
Setyo Tunggal Pambudi, Direktur Bumdes Sejahtera Bahari Karimunjawa, menjelaskan bahwa setelah kendaraan operasional dibawa ke Jepara untuk diperbaiki, Bumdes terpaksa menyewa kendaraan pick-up untuk mengangkut sampah. Namun, biaya sewa mencapai Rp 2,6 juta per minggu dan dana yang tersedia hanya mencakup sewa selama empat minggu. Akibatnya, pengangkutan sampah terhenti dalam beberapa hari terakhir.
Pambudi menambahkan, meskipun sudah mengirimkan surat dan pesan kepada DLH Jepara pada 27 Desember 2024, belum ada respon atau solusi dari pihak terkait. Ia berharap agar masalah ini segera ditangani, mengingat Karimunjawa merupakan destinasi wisata penting yang harus dijaga kebersihannya.