Santri Dibakar di Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, Korban Alami Luka Bakar Serius Santri Dibakar di Ponpes Darusy Syahadah Boyolali
Bratapos / Daerah

Santri Dibakar di Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, Korban Alami Luka Bakar Serius

Terbit : 18-Dec-2024, 16:20 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 214 Kali

Boyolali||jateng.bratapos.com - nsiden tragis terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Senin (16/12/2024) malam. Seorang santri berinisial SS (16) menjadi korban pembakaran oleh pengunjung yang mengaku sebagai kakak salah satu santri di ponpes tersebut. Akibatnya, SS mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh dan dilarikan ke RSUD Simo Boyolali untuk perawatan intensif.

Kapolsek Simo, AKP Sutimin, menjelaskan bahwa pelaku, GSD (21), datang ke Ponpes dengan mengaku sebagai kakak dari santri berinisial E. GSD menuduh SS telah mencuri ponsel milik E dan meminta E memanggil SS untuk menemuinya di ruang tamu Ponpes.

"Ketika korban tiba, pelaku langsung menuduh SS mencuri ponsel adiknya. Tuduhan itu disertai ancaman," ujar AKP Sutimin pada Selasa (17/12/2024).

Setelah serangkaian pertanyaan, GSD menyiramkan bensin ke tubuh SS sambil terus menuduhnya. Meskipun SS berkali-kali membantah, pelaku tetap melanjutkan aksinya dengan menyulut korek api ke tubuh korban.

"Korban terus membantah tuduhan, tetapi pelaku tetap membakar tubuhnya," imbuh AKP Sutimin.

Setelah kejadian tersebut, pihak Ponpes segera membawa SS ke RSUD Simo untuk penanganan medis. Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Polisi telah menerima laporan dari pihak Ponpes dan keluarga korban. Saat ini, tim gabungan dari Polsek Simo dan Polres Boyolali tengah melakukan pengejaran terhadap GSD.

"Kami sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran, dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku," kata AKP Sutimin.

Pihak Ponpes Darusy Syahadah menyatakan dukacita mendalam atas insiden ini dan berjanji akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap kasus ini. Mereka juga memastikan bahwa keamanan dan kesejahteraan para santri menjadi prioritas utama.

Kejadian ini memicu keprihatinan publik terhadap kekerasan di lingkungan pendidikan. Banyak pihak mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kunjungan di lingkungan pesantren, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.


Pilihan Untukmu