Pekalongan || jateng.bratapos.com - Polda Jateng, Kab. Pekalongan – Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, menjadi salah satu wilayah terdampak bencana alam parah akibat cuaca ekstrem yang melanda Jawa Tengah. Sebagai respons cepat, Satuan Brimob Polda Jateng mengerahkan 200 personel untuk membantu evakuasi korban, membuka akses jalan yang terputus, serta mendirikan dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dipimpin oleh Kompol Agung Hery Nugroho, tim gabungan dari Brimob, TNI, BPBD, dan relawan berhasil mengevakuasi 20 korban tewas yang tertimbun longsor di 13 titik. Selain itu, mereka juga berupaya membuka jalur yang terhalang dengan alat berat untuk mempermudah distribusi bantuan. “Kami akan terus berusaha membuka akses dan mengevakuasi korban hingga kondisi kembali aman,” ujar Dansat Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Noor Hudaya.
Di Kabupaten Demak, tim Dapur Lapangan dari Sat Brimob Polda Jateng juga hadir di Balai Desa Kebonagung, terdiri dari 15 personel yang dipimpin oleh Aiptu Budi Santoso, SH. Tim ini menyiapkan hingga 2.000 porsi makanan setiap hari, yang langsung didistribusikan kepada warga yang terdampak dan kesulitan memasak akibat peralatan rumah tangga mereka terendam air.
“Semua makanan ini kami distribusikan kepada warga yang tidak dapat memasak karena dapur dan bahan makanan mereka terendam banjir,” jelas Aiptu Budi.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa langkah-langkah tanggap bencana yang dilakukan Satbrimob Polda Jateng merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam melayani masyarakat, terutama di saat-saat darurat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap sabar dan bersinergi dengan pihak berwenang, guna mempercepat pemulihan.
“Semua pihak, termasuk Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, harus bekerja sama untuk mengatasi bencana ini,” tegas Kombes Artanto. Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat cuaca buruk yang masih berlangsung.
Dengan upaya koordinasi dan kerja sama yang solid, diharapkan proses penanganan bencana ini dapat berjalan efektif dan pemulihan wilayah terdampak bisa segera tercapai.