Blora || jateng.bratapos.com - Sumur minyak tua di Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Blora, kembali menyemburkan lumpur yang tercampur gas pada Kamis (13/2). Namun, baru-baru ini semburan ini berlanjut di lokasi berbeda dengan intensitas yang lebih kecil, yakni air dan minyak. Untuk mencegah dampak lebih lanjut, KSO KVELL Blora Energi melakukan langkah penanggulangan dengan membuat jalur manual menuju penampungan, untuk mencegah fluida yang keluar masuk ke sungai. General Manager KSO KVELL Blora Energi, Dedi Rinaldi, memastikan bahwa upaya ini telah dilakukan untuk mengatasi situasi yang ada.
Dedi Rinaldi menjelaskan bahwa semburan pertama terjadi dekat sumur Caluk-01, yang jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi, dan telah berhasil diatasi. Sumur Caluk-01 sendiri sudah ditutup pada tahun 2017 dan menjadi bagian dari area pengelolaan oleh KVELL Blora Energi melalui Kerja Sama Operasi sejak 2023. Sementara itu, semburan kedua muncul di sumur Kedinding-02, yang saat ini sedang ditangani, dan aliran fluida yang keluar di lokasi ini masih dalam intensitas kecil.
Dalam proses penanganan ini, pihak KVELL Blora Energi juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Kabupaten Blora. Penanganan yang hati-hati dan terkoordinasi ini bertujuan untuk meminimalisir dampak lingkungan dan memastikan keselamatan warga sekitar. Dedi juga menegaskan bahwa hasil pengukuran gas di lokasi kejadian menunjukkan tidak adanya gas H2S yang berbahaya.
Semburan kedua yang muncul dipastikan berasal dari pipa sumur minyak tua yang sebelumnya telah ditutup. Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, menjelaskan bahwa semburan ini bukanlah letusan, melainkan aliran material yang keluar kembali dari bekas sumur yang sudah lama tidak dikelola. Semburan itu terdeteksi pada pukul 09.00 WIB ketika petugas sedang melakukan pengecekan rutin di lokasi. Gembong menambahkan "bahwa pihaknya masih mendalami pengelola sumur yang sudah ditutup tersebut untuk mencari penyebab pasti dari semburan yang terjadi,"ujarnya.
Dengan adanya langkah-langkah penanggulangan yang telah dilakukan, diharapkan dampak dari semburan sumur minyak tua ini dapat diminimalisir dan tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada lingkungan sekitar. Koordinasi yang solid antara pihak-pihak terkait menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan ini dengan cepat dan efektif.