Klaten || jateng.bratapos.com - Sebuah insiden menarik terjadi di Tol Klaten ketika konvoi truk pengangkut tabung raksasa terjebak dan terpaksa parkir di jalan tol selama dua hari. Rombongan ini awalnya terdiri dari empat truk, masing-masing dengan panjang sekitar 40 meter. Kemudian, empat truk lainnya bergabung dengan muatan serupa. Truk-truk ini membawa tabung autoclave dari Semarang yang akan dikirim ke Kabupaten Banjarnegara.
Masalah dimulai saat konvoi tersebut salah memilih jalur keluar tol. Mereka seharusnya keluar di gerbang tol Polanharjo dan melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri Solo-Jogja. Namun, truk-truk ini malah terus melaju lurus dan tidak keluar di gerbang tol tersebut. Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah GT Ngawen yang terletak di pusat kota Klaten, padahal ukuran truk yang sangat besar membuatnya tidak mungkin untuk melintasi jalur dalam kota.
Karena tidak bisa melanjutkan perjalanan, truk-truk tersebut akhirnya berhenti dan memilih untuk parkir di tol. Mereka kemudian mengajukan izin kepada pengelola tol untuk keluar melalui GT Prambanan, yang meskipun belum dioperasikan secara resmi, akhirnya diberikan kelonggaran. Pengelola tol, PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), akhirnya mengizinkan exit di Prambanan dibuka hanya untuk evakuasi truk tersebut.
Solusi ini memungkinkan truk-truk besar tersebut keluar dari tol pada Sabtu, 15 Februari 2025, melalui GT Prambanan. Proses ini dilakukan pada malam hari dengan pengamanan ekstra, dan setelah itu pintu tol tersebut kembali ditutup. Keputusan ini diambil demi mengatasi kebingungannya, meski solusi ini hanya berlaku untuk konvoi truk tersebut.