Magelang || jateng.bratapos.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melakukan kunjungan langsung ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam di Kabupaten Magelang pada Senin, 28 April 2025. Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden tragis robohnya talud penyangga bak air yang menelan korban jiwa dan menyebabkan puluhan santri mengalami luka.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub menjenguk para santri yang sedang menjalani rawat jalan serta berdialog dengan pihak pesantren guna mendalami kronologi kejadian secara langsung.
“Saya ingin melihat dan memastikan langsung kondisi di lapangan, karena informasi yang beredar di luar sana belum tentu benar semua. Ada yang bilang tower ambruk, dan lain-lain. Kami ingin mendapatkan keterangan yang sesungguhnya,” jelas Taj Yasin saat diwawancarai. Ia menegaskan bahwa niat kedatangannya murni untuk memastikan kondisi para korban dan mendukung proses pemulihan di pondok.
Wagub mengungkapkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan 29 santri menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 20 mengalami luka ringan, lima lainnya masih menjalani perawatan intensif, dan empat santri dinyatakan meninggal dunia. “Korbannya 29 santri. 20-nya luka ringan, 5 perawatan intensif, yang 4 syahid,” ucapnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan berupa santunan sebesar Rp40 juta kepada keluarga empat korban meninggal, serta dana perbaikan bangunan senilai Rp50 juta. Selain itu, bantuan logistik senilai Rp31.038.000 turut disalurkan melalui Dinas Sosial dan BPBD Jateng.
Dalam insiden yang terjadi pada Jumat siang, 25 April 2025, talud setinggi tiga meter dan panjang 10 meter ambruk menimpa para santri yang sedang antre mandi menjelang salat Jumat. Beberapa di antaranya terjepit di lorong antara talud dan kamar mandi.
“Saat ini lokasi masih dalam tahap pembersihan, dan kami akan melakukan kajian geologi untuk mengetahui struktur tanah di sana,” tambah Wagub. Pihak pesantren sendiri menyampaikan bahwa area yang terdampak nantinya akan dijadikan lapangan kegiatan santri.