Wayang Tripama Warnai Hardiknas di RRI Semarang Foto : Memperingati Hardiknas, RRI Semarang gelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Tripama Kawedhar” pada Jumat (02/05/2025).
Bratapos / Daerah

Wayang Tripama Warnai Hardiknas di RRI Semarang

Terbit : 03-May-2025, 19:32 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 153 Kali

Semarang || jateng.bratapos.com - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, RRI Semarang menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Tripama Kawedhar” pada Jumat malam, 2 Mei 2025. Acara budaya tersebut diselenggarakan di Auditorium RRI Semarang mulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga larut malam.

Pagelaran ini merupakan hasil kolaborasi antara RRI Semarang, Paguyuban Kesenian Sukoraras, dan Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK). Kerja sama lintas lembaga ini menunjukkan komitmen bersama dalam pelestarian budaya sekaligus sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis tradisi.

Lakon “Tripama Kawedhar” dipilih karena mengandung nilai-nilai keteladanan seperti kesetiaan, tanggung jawab, dan pengabdian, yang sejalan dengan semangat pendidikan. Tokoh-tokoh pewayangan yang diangkat dalam kisah ini menjadi simbol ideal dalam membentuk karakter bangsa.

Sebagai pembuka acara, Ki Bremana Sekar Wangsa, S.Sn., M.Pd., menerima gunungan wayang dari Dr. Sudharto, didampingi Kepala LPP RRI Semarang, Atik Hindari, serta Budi Santoso, S.Sos., dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Ki Bremana menjadi dalang muda yang membawakan lakon dengan penuh penghayatan.

Pagelaran semakin semarak dengan penampilan kelompok seni muda, seperti Sanggar Ponokawan Semarang yang menghadirkan karawitan anak-anak, dan Sanggar Kusuma Wiratama yang menyajikan tarian tradisional. Partisipasi generasi muda ini mempertegas pentingnya regenerasi dalam dunia seni budaya.

Kepala LPP RRI Semarang, Atik Hindari, menegaskan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya. “Kami ingin menjadikan RRI sebagai ruang ekspresi budaya dan pendidikan yang terbuka bagi semua kalangan,” ujarnya.

Antusiasme penonton sangat tinggi, terbukti dari kehadiran masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan turut menyaksikan langsung acara yang juga disiarkan melalui PRO 4 RRI dan kanal YouTube RRI Semarang.

Tak hanya menjadi sarana hiburan, pertunjukan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para seniman lokal, termasuk para purnakaryawan yang tetap aktif dalam dunia seni. Kehadiran mereka memperkaya acara dan menjadi bukti nyata keberlanjutan nilai-nilai budaya bangsa.

RRI Semarang berharap, pagelaran seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang tak hanya memperingati Hardiknas, tetapi juga menjadi media pembelajaran budaya yang menyentuh semua lapisan masyarakat.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui seni dan tradisi yang hidup dalam masyarakat,” tutup Atik Hindari.


Pilihan Untukmu