Temanggung || jateng.bratapos.com – “Emas tetaplah emas, meskipun terbenam di dalam lumpur.” Peribahasa itu agaknya sangat tepat untuk menggambarkan sosok Zulaika, siswi kelas 9 SMP Mu’allimin Temanggung, yang terus bersinar meski hidup dengan keterbatasan penglihatan (low vision).
Prestasi membanggakan ditorehkannya melalui cabang olahraga balap sepeda. Nama gadis asal Lingkungan Bendo, Kelurahan Kertosari, Kecamatan/Kabupaten Temanggung ini bahkan harum di level internasional, setelah berhasil membawa pulang medali perak dalam kejuaraan balap sepeda tingkat Asia di Phitsanulok-Phichit, Thailand, Februari 2024 lalu.
Tak hanya itu, Zulaika juga menunjukkan konsistensinya di ajang nasional. Dalam gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024, ia sukses mengoleksi 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu dari cabang yang sama.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya, Bupati Temanggung Agus Setyawan secara khusus mengundang Zulaika ke Rumah Dinas Pendopo Pengayoman pada Jumat malam (2/5/2025).
“Kami sangat bangga pada Zulaika. Prestasi ini luar biasa, tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujar Bupati Agus dengan penuh apresiasi.
Dalam kesempatan itu, Zulaika datang didampingi para guru dari SMP Mu’allimin dan tim pelatih dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Temanggung, yang selama ini membimbingnya. Keberhasilan Zulaika membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih mimpi besar.