Dharma Shanti Nyepi 2025: Merawat Harmoni di Era Digital Foto : Sambutan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam perayaan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947, di Concert Hall Kampus ISI Yogyakarta, Sabtu (19/04/2025).
Bratapos / Daerah

Dharma Shanti Nyepi 2025: Merawat Harmoni di Era Digital

Terbit : 22-Apr-2025, 13:10 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 121 Kali

Yogyakarta || jateng.bratapos.com – Di tengah perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, perayaan Hari Raya Keagamaan menjadi titik hening yang membawa kedamaian dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Hal ini tergambar dalam perayaan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 yang digelar di Concert Hall Kampus ISI Yogyakarta, Sabtu (19/04/2025) malam.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutan Gubernur DIY yang ia bacakan, menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual seperti yang terkandung dalam Nyepi merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang maju dan bermartabat. “Modernitas bisa tumbuh dari nilai budaya yang dijaga sepenuh rasa,” ujar Sri Paduka.

Ia menyinggung tentang falsafah hidup masyarakat Mataram, Hamemayu Hayuning Bawono, yang bermakna menjaga dan memperindah keseimbangan dunia. Falsafah ini senada dengan semangat Catur Brata Penyepian yang menjadi inti perenungan pada Hari Raya Nyepi: amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

Sementara itu, Ketua PHDI DIY, AKBP (Purn) I Nengah Lotama, menekankan bahwa Dharma Shanti adalah momen suci untuk memurnikan hati, menyambung silaturahmi, dan meneguhkan harmoni.

Ia mengajak umat Hindu untuk terus memegang semangat kasih dalam menjaga hubungan yang selaras dengan sesama manusia, alam, dan Tuhan.

Mengangkat tema “Dengan Moderasi Beragama, Umat Hindu DIY Menjaga Harmoni dalam Era Digitalisasi”, perayaan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk bijak dalam menghadapi era digital yang serba cepat dan penuh tantangan.

Moderasi, kata Lotama, bukanlah kompromi terhadap ajaran, tetapi sikap bijak untuk hidup berdampingan dalam keberagaman.

Perayaan ini pun menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas dan kemajuan teknologi bisa berjalan seiring, selama diiringi oleh nilai-nilai luhur yang menjunjung kedamaian, persatuan, dan cinta kasih.


Pilihan Untukmu