Gangguan Ormas Hambat Pembangunan Pabrik BYD di Subang Foto : Pembangunan pabrik BYD di Subang.
Bratapos / Daerah

Gangguan Ormas Hambat Pembangunan Pabrik BYD di Subang

Terbit : 22-Apr-2025, 20:22 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 140 Kali

Jakarta || jateng.bratapos.com – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, sempat terganggu oleh aksi premanisme dan campur tangan organisasi masyarakat (ormas). Hal tersebut ia sampaikan saat menjalani kunjungan ke Shenzhen, China, atas undangan pemerintah Tiongkok.

Menurut Eddy, gangguan dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab itu menjadi ancaman serius bagi iklim investasi di Indonesia. Ia menilai pemerintah harus bersikap tegas untuk menjaga kenyamanan dan kepastian hukum bagi para investor.

“Sempat ada permasalahan terkait premanisme, ormas yang mengganggu pembangunan sarana produksi BYD. Saya kira itu harus tegas. Pemerintah perlu tegas menangani permasalahan ini,” tegas Eddy melalui akun Instagram resminya, Minggu (20/4/2025).

Ia menambahkan, jaminan keamanan adalah hal mendasar yang dibutuhkan oleh para investor asing. “Jangan sampai investor merasa tidak aman. Keamanan adalah fondasi utama untuk masuknya investasi,” tambahnya.

Saat ini, BYD tengah membangun pabrik di Fase 2 Subang Smartpolitan dengan luas lahan lebih dari 108 hektare. Pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026, dengan kapasitas produksi 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun dan nilai investasi sebesar Rp11,7 triliun.

Hingga Maret 2025, BYD telah mencatat penjualan 3.205 unit kendaraan listrik di Indonesia dan menempati posisi 10 besar merek mobil terlaris. Produk unggulan seperti Dolphin, Atto 3, hingga Sealion 7 mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk kehadiran merek premiumnya, Denza, dengan MPV mewah D9.


Pilihan Untukmu