Pemimpin Abad 21 Wajib Punya Jiwa Manajer Foto : Gubernur DIY menerima kunjungan SSDN P4N LXVIII TA 2025 Lemhanas, Selasa (22/04) di Gedhong Pracimasana.
Bratapos / Daerah

Pemimpin Abad 21 Wajib Punya Jiwa Manajer

Terbit : 23-Apr-2025, 20:45 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 127 Kali

Yogyakarta || jateng.bratapos.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa pemimpin masa kini tak cukup hanya memimpin, tetapi juga harus cakap mengelola seperti seorang manajer. Menurutnya, peran pemimpin dan manajer harus melekat menjadi satu kesatuan agar mampu menghadapi dinamika abad ke-21.

Hal ini disampaikan Sri Sultan saat menerima peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) LXVIII Tahun 2025 dari Lemhannas RI, yang berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Selasa (22/4).

SSDN tahun ini digelar di empat provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, yang dipilih karena memiliki karakter wilayah unik yang menuntut kecakapan kepemimpinan.

“Kepemimpinan abad 21 tidak bisa hanya soal kuasa. Pemimpin harus bisa membaca zaman dan menjawab tantangannya dengan bijak,” ujar Sri Sultan.

Ia menekankan bahwa ukuran kepemimpinan sejati bukan pada seberapa jauh langkahnya atau tinggi kekuasaannya, melainkan sejauh mana keberpihakan pada rakyat dan nilai-nilai kebaikan.

Sri Sultan juga berharap pertemuan ini dapat menjadi pijakan kolektif menuju Indonesia yang lebih bijak, adil, dan bermartabat.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan menyoroti pentingnya Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur. Ia menyinggung filosofi Hamemayu Hayuning Bawana sebagai fondasi moral dalam kepemimpinan modern.

“Falsafah ini menjadi panduan etika bagi para aparatur negara untuk membangun harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan,” pungkasnya.

 


Pilihan Untukmu