PG Rendeng Angkat Tradisi Gantingi Jelang Giling Tebu Foto : PG Rendeng kudus gelar tradisi Gantingi ditandai dengan prosesi “Temanten Tebu” sebagai penanda dimulainya musim giling tebu tahun ini, Kamis (24/4/2024).
Bratapos / Daerah

PG Rendeng Angkat Tradisi Gantingi Jelang Giling Tebu

Terbit : 25-Apr-2025, 15:54 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 152 Kali

Kudus || jateng.bratapos.com — Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus, kembali menghidupkan tradisi Gantingi sebagai penanda dimulainya musim giling tebu tahun ini, Kamis (24/4/2024). Tradisi ini merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal yang tetap dipertahankan di tengah proses industrialisasi.

Puncak acara Gantingi ditandai dengan prosesi “Temanten Tebu”, yakni penggambaran simbolik pernikahan dua batang tebu yang diperlakukan layaknya pasangan pengantin. Tebu laki-laki bernama Bagus Wisnu Nugroho diarak dari Desa Pedawang, Kecamatan Bae, dan tebu perempuan Roro Sekar Arum dari Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, menuju area PG Rendeng.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas komitmen PG Rendeng dalam menjaga tradisi lokal. Ia menyarankan agar tradisi ini bisa dikaji Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus untuk dijadikan potensi wisata budaya.

“Terima kasih kepada PG Rendeng yang masih mempertahankan budaya Kudusan. Ini bisa menjadi bagian dari kegiatan wisata daerah, karena mengangkat kearifan lokal kita,” ujar Sam’ani.

Selain menyoroti sisi budaya, Sam’ani juga optimis terhadap capaian produksi gula tahun ini. Ia menargetkan produksi mencapai 200 persen, bahkan berharap bisa melampaui hingga 300 persen. “Yang terpenting kualitas tebu bagus, kalau pasokan kurang, kita siap menyerap dari luar daerah,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali kegiatan UMKM yang pernah menjadi bagian dari aktivitas PG Rendeng, sebagai langkah mendorong ekonomi masyarakat sekitar.

“Selamat memulai musim giling. Semoga target tercapai, dan kita bersama-sama menuju swasembada gula seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara PG Rendeng, Haryanto, menyebutkan bahwa sekitar 312 ribu ton tebu siap digiling tahun ini. Dari jumlah tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 20 ribu ton gula.

“Giling akan dimulai 4 Mei hingga Oktober selama 120 hari. Target kami naik 200 persen dibanding tahun lalu,” kata Haryanto.

Berbagai upaya juga telah dilakukan, mulai dari perbaikan mesin giling, perluasan lahan, hingga peningkatan kualitas bibit. Ia menambahkan, tebu yang digiling berasal dari wilayah Muria Raya dan Semarang, dengan rendemen rata-rata 7,15 persen.

“Dengan program swasembada gula, kami harap harga gula lokal lebih kompetitif dan petani makin semangat menanam tebu,” tutupnya.


Pilihan Untukmu