Grobogan || jateng.bratapos.com – Parade Seni Budaya Grobogan 2025 sukses digelar meriah dalam rangka Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan, Selasa (22/4/2025). Ribuan warga tumpah ruah di jalanan Purwodadi sejak siang hari, menyaksikan penampilan tari-tarian yang mengangkat kekayaan budaya lokal. Salah satu penampilan paling mencuri perhatian datang dari pelajar SMP Negeri 6 Purwodadi dengan Tari Goa Lawa Goa Macan yang akhirnya keluar sebagai juara pertama.
Dengan koreografi kuat, tata musik memikat, dan visual yang dramatis—terutama saat karakter “macan” dan “kelelawar” muncul di atas panggung—penampilan mereka mampu memukau juri dan penonton.
“Pertunjukan ini bukan hanya menampilkan gerakan, tapi juga pesan visual yang kuat dan konsep yang matang,” ujar salah satu juri saat pengumuman pemenang pada Rabu (23/4/2025).
Posisi kedua diraih SMPN 1 Purwodadi dengan Tari Bledug Kuwu, diikuti oleh Tari Merang dari Subrayon 6. Peringkat keempat hingga keenam ditempati oleh Tari Kedung Ombo (Subrayon 4), Tari Panen Raya (SMPN 4 Purwodadi), dan Landmark of Purwodadi (SMPN 1 Penawangan).
Parade dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.
“Seni dan budaya adalah kekuatan karakter bangsa, terutama bagi generasi muda di tengah tantangan globalisasi,” tegasnya.
Sebanyak 20 kelompok turut berpartisipasi dalam parade, terdiri dari 12 peserta inti dari SMP/SMK dan 8 kelompok masyarakat. Tiap kelompok menyuguhkan tari kreasi yang sarat dengan nilai lokal, mulai dari kisah sejarah hingga kearifan sosial masyarakat Grobogan.
Kepala Disporabudpar Grobogan, Wahono, menyatakan bahwa parade ini merupakan bagian dari program pemajuan kebudayaan daerah.
“Ini reinkarnasi budaya dalam bentuk seni pertunjukan, sekaligus wadah kreativitas pelajar,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kompetisi ini menantang peserta untuk menampilkan orisinalitas dalam koreografi, musik, dan tata panggung.
Dengan konsep yang kreatif dan semangat pelestarian yang tinggi, parade ini berhasil menunjukkan bahwa seni budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan jembatan menuju masa depan.