Usai Dikukuhkan, Ini Gebrakan Ning Nawal Lindungi Anak Jateng Foto : Acara pengukuhan Ning Nawal nawal sebagai Bunda Forum Anak Jateng.
Bratapos / Daerah

Usai Dikukuhkan, Ini Gebrakan Ning Nawal Lindungi Anak Jateng

Terbit : 22-Apr-2025, 13:51 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 110 Kali

Semarang || jateng.bratapos.com - Hj. Nawal Arafah Yasin atau yang akrab disapa Ning Nawal resmi dikukuhkan sebagai Bunda Forum Anak Jawa Tengah oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Choiri Fauzi. Pengukuhan ini berlangsung di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang, pada 20 April 2025. Dalam sambutannya usai dikukuhkan, Ning Nawal langsung mengumumkan tiga gebrakan yang akan menjadi fokus kerjanya untuk memperkuat perlindungan anak di Jawa Tengah.

Gebrakan pertama adalah peluncuran layanan aduan berbasis teknologi melalui Bot WhatsApp. “Pertama adalah saya ingin menghimpun beberapa aduan-aduan terkait dengan anak lewat Bot WhatsApp,” ujar Ning Nawal.

Ia menekankan bahwa penting bagi anak-anak untuk punya saluran komunikasi yang aman, responsif, dan mendukung, agar mereka bisa menyampaikan keluhan maupun ide secara langsung.

Langkah kedua yang akan diwujudkan adalah pelibatan aktif anak-anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrembangwil). Menurut Ning Nawal, ini bukan sekadar formalitas. “Kita libatkan kepada Musrembangwil, ini bukan hanya terus kemudian keikutsertaannya saja tidak,” tegasnya.

Ia bahkan berencana membentuk forum khusus Musrembangwil untuk anak dan perempuan agar suara mereka lebih didengar dalam perencanaan pembangunan.

Program ketiga adalah pengembangan aplikasi digital bernama Bocah Jawa Tengah. Aplikasi ini akan menjadi ruang aman untuk aduan, konsultasi, dan curhat bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan. “InsyaAllah kalau bisa, kita akan membuat aplikasi khusus, misalnya kita namakan Bocah Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain ruang curhat, aplikasi ini juga akan terintegrasi dengan layanan prioritas dari Kementerian PPPA dan memungkinkan anak terhubung dengan admin atau konselor sebaya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin, dalam acara yang sama kembali menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsinya. 

Ia menyampaikan bahwa data Simfoni PPA menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir, baik pada korban perempuan maupun anak-anak. 

Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi pun mengapresiasi gebrakan ini dan berharap Jawa Tengah menjadi contoh nasional. 

“Saya percaya, kekuatan untuk mencegah kekerasan tidak hanya datang dari pemerintah. Masyarakat adalah pilar utama,” tutupnya.


Pilihan Untukmu