Sekda Grobogan: Efisiensi Adalah Penajaman Arah Kerja Foto: Sekda Anang Armunanto, saat memimpin apel pagi pegawai di lingkungan Setda.
Bratapos / Pemerintahan

Sekda Grobogan: Efisiensi Adalah Penajaman Arah Kerja

Terbit : 06-Nov-2025, 13:54 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 71 Kali

Grobogan || Jateng.Bratapos.com — Efisiensi dalam pemerintahan bukan berarti memangkas kegiatan, tetapi menata ulang cara kerja agar lebih cermat dan terukur. Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, saat memimpin apel pagi pegawai di lingkungan Setda, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP, Senin (3/11/2025).
Dalam arahannya, Anang menekankan pentingnya menjaga semangat kerja dan produktivitas aparatur di tengah dinamika nasional, terutama terkait kebijakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

“Efisiensi bukan berarti kegiatan ditiadakan, melainkan bagaimana kita menata ulang cara bekerja agar lebih cermat dan terukur,” ujarnya.

Sekda menjelaskan, perubahan kebijakan fiskal tidak seharusnya menurunkan kinerja birokrasi. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kedewasaan aparatur dalam mengelola sumber daya secara efisien dan bertanggung jawab.
Anang juga menyinggung pelajaran berharga dari masa pandemi Covid-19, di mana birokrasi dituntut beradaptasi cepat terhadap perubahan situasi.

“Pandemi mengajarkan kita bahwa banyak hal yang dulu dianggap tidak mungkin kini menjadi bagian dari keseharian, seperti rapat daring, koordinasi lintas instansi secara digital, hingga pengambilan keputusan tanpa harus bertatap muka,” jelasnya.

Menurutnya, efisiensi juga berbicara tentang perubahan metode kerja, bukan sekadar penghematan anggaran. Setiap kebijakan dan program, kata Anang, harus mampu memberi nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Efisiensi bukan pemangkasan, tetapi penajaman arah agar kegiatan pemerintahan lebih terukur dan berdampak nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, birokrasi yang baik adalah birokrasi yang adaptif, bukan reaktif—mampu menyesuaikan diri dengan tantangan tanpa kehilangan fokus pada tujuan pembangunan daerah.
Menjelang akhir tahun anggaran, Sekda mendorong seluruh perangkat daerah untuk mempercepat pelaksanaan program agar realisasi kegiatan tetap seimbang dan memberi manfaat bagi publik.

“Efisiensi bukan hanya strategi kerja, tetapi kesadaran bersama untuk menempatkan kemanfaatan publik sebagai arah dari setiap keputusan birokrasi,” tandasnya.

Anang menutup arahannya dengan menekankan bahwa efisiensi sejati adalah wujud kedewasaan birokrasi—kemampuan menata proses, menjaga irama koordinasi, dan memastikan setiap langkah pemerintahan berjalan tertib, hemat, serta berdampak bagi masyarakat.


Pilihan Untukmu