JAKARTA, Jateng | Bratapos.com - Pemerintah Kabupaten Pati mengambil langkah strategis dalam menghadapi ancaman kekeringan dengan mengusulkan 379 titik pompanisasi serta pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi teknis dan tersier. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons konkret atas potensi kekeringan yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terutama saat musim kemarau.
Dalam forum nasional yang dipimpin Menteri dan Wakil Menteri Pertanian tersebut, seluruh kepala daerah didorong untuk proaktif mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana pengairan guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah ancaman cuaca ekstrem.
“Kekeringan di Kabupaten Pati memiliki dampak yang sangat besar bagi petani. Kami mengusulkan 379 titik pompanisasi, serta tambahan pembangunan dan perbaikan irigasi teknis maupun irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian bisa lebih optimal,” ujar Risma.
Ia hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pati. Menurutnya, usulan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian tetap terjaga.
Selain itu, Pemkab Pati juga tengah menyiapkan rencana pembangunan bendungan sebagai solusi jangka panjang. Namun, proyek tersebut masih dalam tahap penyusunan teknis dan direncanakan akan diajukan pada tahun mendatang.
“Untuk pembangunan bendungan, saat ini masih dalam tahap teknis. Insyaallah akan kami usulkan pada tahun depan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap penguatan infrastruktur pengairan ini dapat menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus melindungi petani dari dampak kekeringan yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
“Kami berkomitmen penuh memastikan petani di Kabupaten Pati tetap bisa berproduksi secara optimal. Ketersediaan air adalah kunci utama, dan itu yang sedang kami perjuangkan,” pungkasnya.
(BB k/Adi k)