Demak||Jateng.Bratapos.com-Banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Demak hingga kini tak kunjung teratasi, warga yang masih bertempat tinggal di wilayah tersebut pun pasrah.
Warga terdampak di wilayah pesisir Demak pun sudah terbiasa hingga sudah pasrah dengan kedatangan air laut yang sewaktu-waktu membanjiri kediaman mereka.
Tokoh masyarakat Dukuh Timbulsloko, Shobirin, menjelaskan bahwa pasang surut air laut yang tak menentu membuat warga terbiasa dengan situasi tersebut.
Dia mencontohkan, banjir biasanya meninggi pada malam hari dan surut pagi hari, namun pada Rabu 25/9/2024, banjir mulai meninggi sekitar pukul 05.00 WIB.
"Tadi besar jam limanan, subuh. Sekarang kecil," ujarnya kepada Rabu siang tadi.
Sementara itu, kondisi banjir rob Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Saat ini, terlihat sejumlah rumah warga pun sudah ditinggikan, meski demikian, tak jarang masih juga terendam ketika rob datang.
Menurut Nur Kholis, salah satu warga, banjir rob pada akhir-akhir ini terjadi pada dini hari. Namun, pada pagi hari biasanya sudah berangsur surut. Air laut yang pasang membuat warga was-was pada tengah malam. Mereka hanya pasrah dengan keadaan.
“Iya kalau kemarin-kemarin robnya sore yang sampai Jalan Pantura. Ini robnya kecil, biasanya malam hari air laut naik, cuma sebagian lokasi rendah yang tenggelam. Sini kan jalan sudah tinggi semua,” katanya.
Dia menceritakan, hingga kini, dirinya dan sejumlah warga lain sudah meninggikan rumah sekitar hingga satu meter dari kondisi bangunan awal. Bahkan, jalan desa yang dahulu tertutup banjir rob, kini sudah ditinggikan.
Warga hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut. Sebagian di antaranya memilih pindah dan meninggalkan kediaman. Mereka pun berharap, pemerintah cepat turun tangan, salah satunya bergerak untuk menanam mangrove.