Bratapos.com || Gianyar, Bali – Rasa duka sekaligus penghormatan mendalam ditunjukkan warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Gianyar melalui kegiatan doa bersama tujuh hari wafatnya KH M. Suryadi, tokoh yang dikenal berdedikasi dalam perjuangan organisasi. Kegiatan berlangsung pada Selasa (14/04/2026) di Sekretariat NU Gianyar dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kecamatan.
Sejak sore hari, jamaah mulai berdatangan memadati lokasi acara di Jalan Hasanuddin No. 8. Suasana penuh kekhusyukan terasa saat rangkaian acara dimulai dengan sambutan Ketua PCNU Gianyar, H. Sukisno Suandi, S.H., yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ro’is Suriyah, Ustaz Hasyim Asy’ari.
Dalam sambutannya, H. Sukisno tidak hanya menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah, tetapi juga mengajak seluruh warga NU untuk meneladani perjuangan almarhum dalam mengabdi kepada umat.
“Almarhum bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga sosok panutan. Semangat beliau dalam membangun NU harus kita lanjutkan bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas keagamaan, melainkan juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Banyak jamaah yang hadir mengaku mengenal sosok KH M. Suryadi sebagai figur yang sederhana dan dekat dengan warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Lembaga Dakwah NU (LDNU) Gianyar yang dipimpin Ustaz Syamsul Arifin, S.Ag. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan seperti doa bersama sebagai bagian dari identitas warga NU.
“Ini bukan hanya tentang mendoakan yang telah wafat, tetapi juga memperkuat kebersamaan kita sebagai keluarga besar NU,” katanya.
Selain LDNU, sejumlah badan otonom seperti LBMNU, Pagar Nusa, serta perwakilan MWCNU se-Kabupaten Gianyar juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan soliditas organisasi di tingkat daerah.
Sebagai penutup, acara diisi dengan doa bersama dan istighosah yang berlangsung khidmat. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya saat momentum duka, tetapi juga sebagai penguat spiritual dan sosial warga NU di Gianyar.