Warga Mondoteko kecamatan Rembang  Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Sindir Dinas PU yang Dinilai Hanya Memberi Janji Warga Mondoteko kecamatan Rembang Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Sindir Dinas PU yang Dinilai Hanya Memberi Janji / jateng (16-Apr-2026)
Bratapos / Daerah

Warga Mondoteko kecamatan Rembang Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Sindir Dinas PU yang Dinilai Hanya Memberi Janji

Terbit : 16-Apr-2026, 14:13 WIB // Pewarta : jateng, Editor : jateng // Viewers : 110 Kali

 

Jateng,Bratapos.com

Rembang, Jawa Tengah – 16 April 2026

Kekecewaan warga Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, terhadap kondisi infrastruktur jalan akhirnya diwujudkan dalam aksi nyata. Pada Kamis (16/4/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, masyarakat setempat secara swadaya bergotong royong memperbaiki jalan desa yang rusak parah dengan dana hasil patungan warga.

 

Perbaikan dilakukan pada ruas jalan penghubung antara Desa Mondoteko dengan Desa Turus yang berada di wilayah Kecamatan Rembang. Jalan tersebut selama ini menjadi akses alternatif warga sekaligus jalur penting bagi petani untuk mengangkut hasil panen.

 

Aksi swadaya ini disebut sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan dari instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), yang dinilai belum memberikan solusi konkret meski keluhan sudah berulang kali disampaikan.

 

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi menyebut kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, terakhir kali jalan itu dibangun sekitar lima tahun lalu dan sejak itu kondisinya terus memburuk tanpa penanganan serius.

 

“Jalan ini memang jalur alternatif, tapi tetap dipakai warga setiap hari. Petani juga kesulitan saat musim panen karena kendaraan sudah sulit melintas. Kalau hujan, lubangnya seperti kolam,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

 

Koordinator kegiatan warga, As’at, mengatakan dirinya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada Dinas PU agar jalan tersebut segera ditinjau. Bahkan, menurut dia, komunikasi dengan pihak dinas sudah dilakukan sejak sekitar tiga bulan lalu.

3 bulan yg lalu saya komunikasi dengan kepala dinas pu terkait usulan sementara untuk di uruk biar warga bisa lewat dan semalam pun saya tlfn ya kataya nunggu tahun ini akirya kita wes patungan aja dengan warga sekitar ujar as,at 

“Waktu itu kami hanya diminta menunggu karena katanya tahun ini sudah dianggarkan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata, sementara kerusakan makin parah,” kata As’at.

 

Kepala dusun setempat, Zaenal, yang turut mendampingi kegiatan warga, mengapresiasi kepedulian masyarakat yang memilih bergerak bersama demi kepentingan bersama.

 

“Warga akhirnya sepakat bergotong royong karena kalau terus menunggu, kasihan petani yang sedang memasuki musim panen. Ini bentuk kepedulian warga terhadap lingkungannya sendiri,” ujarnya.

 

Sebelumnya, sebagai bentuk protes, warga sempat menanam pohon pisang di tengah jalan rusak untuk memberi tanda kepada pengguna jalan sekaligus menarik perhatian pemerintah. Namun hingga kini, upaya tersebut belum juga mendapat respons perbaikan yang memadai.

 

As’at berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PU, lebih peka dalam menentukan skala prioritas pembangunan, terutama pada infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

 

“Kalau hanya menunggu anggaran terus tanpa tindakan, warga terpaksa turun tangan sendiri. Yang penting jalan bisa dipakai dan tidak membahayakan pengguna,” tegasnya.

 

Warga berharap aksi gotong royong ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur desa bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

 

Setelah berita ini di terbitkan belum ada tanggapan dan klarifikasi dari dinas terkait 


Pilihan Untukmu