Situasi Gianyar Tetap Aman, Forum PAKEM Perkuat Kewaspadaan dan Edukasi Toleransi Situasi Gianyar Tetap Aman, Forum PAKEM Perkuat Kewaspadaan dan Edukasi Toleransi / jateng (16-Apr-2026)
Bratapos / Daerah

Situasi Gianyar Tetap Aman, Forum PAKEM Perkuat Kewaspadaan dan Edukasi Toleransi

Terbit : 16-Apr-2026, 21:40 WIB // Pewarta : jateng, Editor : jateng // Viewers : 28 Kali

Bratapos.com || Gianyar, Bali – Upaya menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gianyar terus diperkuat. Hal ini tercermin dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Kamis (16/04/2026).

Dalam rapat tersebut, isu penguatan kewaspadaan dini dan edukasi toleransi menjadi sorotan utama. Para peserta menilai, pemahaman tentang kebhinekaan—terutama bagi generasi muda—merupakan kunci penting untuk mencegah masuknya paham ekstrem yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

Forum yang dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Nahdlatul Ulama (NU) ini juga memaparkan kondisi terkini wilayah Gianyar.

Hasilnya, seluruh pihak menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya aktivitas aliran kepercayaan menyimpang maupun gerakan intoleran dan radikal. Situasi daerah dinilai tetap aman, tertib, dan kondusif.

Perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gianyar, Akhmad Sholeh, yang hadir mewakili ketua, menegaskan komitmen organisasinya dalam menjaga kerukunan. Ia memastikan bahwa tidak ada kelompok yang mengatasnamakan Islam dengan paham menyimpang berkembang di Gianyar.

“Kerukunan yang sudah terjalin harus dijaga bersama. Kami siap berperan aktif dalam mempertahankan persatuan dan menolak segala bentuk upaya yang mengarah pada perpecahan,” ungkapnya.

Selain sebagai forum koordinasi, rapat PAKEM juga berfungsi sebagai sarana evaluasi dan penguatan sinergi antarinstansi. Melalui komunikasi yang intensif, setiap potensi konflik berbasis kepercayaan diharapkan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

Menutup kegiatan, seluruh peserta menyepakati pentingnya menjaga kolaborasi lintas sektor serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam merawat keharmonisan sosial.

Dengan langkah tersebut, Gianyar diharapkan terus menjadi contoh daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara keberagaman, nilai religius, dan kearifan budaya lokal.


Pilihan Untukmu