Kelangkaan DOC Broiler, Kabupaten Pati Perkuat Sinergi Pusat–Daerah demi Stabilitas Peternak Foto: Rapat koordinasi mengenai Kelangkaan DOC FS Broiler.
Bratapos / Daerah

Kelangkaan DOC Broiler, Kabupaten Pati Perkuat Sinergi Pusat–Daerah demi Stabilitas Peternak

Terbit : 23-Feb-2026, 10:49 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 79 Kali

PATI, Bratapos.com - Kelangkaan DOC FS Broiler (Day Old Chick Final Stock/anak ayam umur sehari siap dibesarkan menjadi ayam pedaging) yang terjadi sejak pertengahan 2024 mendorong Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (22/2/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, serta dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP), serta perwakilan perusahaan perunggasan.

Distribusi dan Harga DOC Jadi Fokus Utama
Agenda utama rakor adalah memastikan distribusi dan harga DOC di Kabupaten Pati lebih stabil, sehingga keberlangsungan usaha peternak mandiri tetap terjaga dan pasokan ayam pedaging di daerah Pantura aman.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan bahwa kebutuhan DOC di Kabupaten Pati mencapai sekitar 33 juta ekor per tahun, dengan lima hingga tujuh siklus pemeliharaan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, harga DOC melonjak dari kisaran Rp5.000 menjadi Rp8.000 hingga Rp10.000 per ekor.

“Kenaikan ini tentu menekan biaya produksi peternak di Kabupaten Pati dan berdampak pada margin usaha,” ujarnya.

Secara nasional, pasokan DOC dipengaruhi kebijakan pengaturan populasi induk PS (Parent Stock) dan GPS (Grand Parent Stock), yakni induk ayam pembibit penghasil telur tetas. Selain itu, distribusi DOC juga banyak terserap oleh perusahaan integrator (perusahaan perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir), sehingga peternak mandiri membutuhkan kepastian akses pasokan.

Disepakati 1.000 Box DOC per Minggu untuk Peternak Mandiri Pati
Dalam rakor tersebut, disepakati alokasi distribusi 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri di Kabupaten Pati.

“Dan akhirnya hari ini kita sepakati distribusi 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri,” tegas Agung Suganda.

Kesepakatan ini tercapai antara PPMP dan perusahaan pembibitan unggas yang tergabung dalam GPPU, sebagai respons atas kebutuhan riil peternak di wilayah Pantura, khususnya Kabupaten Pati.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pati akan melakukan pemantauan dan pengawasan ketat agar distribusi berjalan sesuai komitmen serta tepat sasaran.

Jaga Stabilitas Harga Ayam dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pati
Di lapangan, sebagian peternak di Kabupaten Pati sempat menunda siklus produksi akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga DOC. Kondisi ini berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup, harga ayam broiler, hingga stabilitas ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Pati menyiapkan sejumlah strategi, antara lain:
Pendataan kebutuhan DOC per siklus secara terintegrasi
Skema pembelian kolektif DOC oleh peternak
Pengembangan hatchery lokal (unit penetasan telur menjadi DOC) di Kabupaten Pati
Penguatan koperasi sebagai offtaker (penyerap hasil produksi peternak)
Pengawasan harga dan fasilitasi distribusi resmi
Peningkatan biosecurity untuk mencegah penyebaran penyakit ternak.

“Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi ayam di Kabupaten Pati kembali normal dan harga ayam tetap stabil,” tegas Chandra.

Pemkab Pati optimistis, melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Pati, ketersediaan DOC broiler dapat kembali terkendali sehingga keberlanjutan usaha peternak mandiri di Kabupaten Pati tetap terjaga serta mendukung stabilitas harga pangan nasional.

 

 

(BB k/Pipit)


Pilihan Untukmu