DEMAK, Jateng.Bratapos.com - Suasana di Pasar Bintoro mendadak mencekam pada Jumat (20/2/2026) setelah terjadi dugaan pengeroyokan terhadap juru parkir pengelola pasar yang baru. Insiden ini diduga dilakukan oleh pihak pengelola lama, memicu kepanikan di kalangan pedagang dan pengunjung pasar.
Menurut saksi mata, kericuhan bermula dari perselisihan seputar peralihan pengelolaan pasar. Beberapa orang dari pihak pengelola lama diduga melakukan intimidasi, yang kemudian berujung pada kekerasan fisik terhadap pengelola baru.
Trauma langsung dirasakan para pedagang. Banyak yang memilih menutup lapak lebih awal karena takut terjadi aksi susulan. Aktivitas jual beli sempat lumpuh sementara, dan sejumlah pedagang terutama wanita mengaku gemetar serta enggan kembali beraktivitas normal jika keamanan tidak segera dijamin.
Salah satu pedagang menceritakan, “Kami hanya ingin berdagang dengan tenang. Kejadian seperti ini sangat menakutkan. Kami berharap polisi segera bertindak.”
Masyarakat dan korban menuntut aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku, menjamin keamanan pasar dengan penempatan personel di lokasi, serta memastikan proses hukum berjalan transparan agar tindakan premanisme tidak dibiarkan.
Hingga berita ini diturunkan, korban telah melaporkan kejadian ke pihak berwajib dan sedang mengumpulkan bukti visum untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.