REMBANG, Jateng.Bratapos.com - Pembangunan Kantor Desa Karangsari, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menuai sorotan publik. Minggu (22/02/2026).
Pasalnya, pembangunan tersebut diduga dibiayai oleh orang tua salah satu perangkat desa yang baru dilantik sekitar dua bulan lalu.
Sejumlah warga menyebutkan, selama ini kantor desa tersebut memang belum memiliki bangunan yang layak. Namun, muncul pertanyaan karena pembangunan dilakukan bukan melalui anggaran negara, melainkan dari pihak keluarga perangkat desa yang baru menjabat.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun sebelumnya Desa Karangsari menerima dana desa sekitar Rp735 juta. Hal ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait sumber pendanaan pembangunan kantor desa tersebut.
Kepala Desa Karangsari, Suripto, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa pembangunan kantor desa itu murni berasal dari swadaya orang tua perangkat desa yang baru dilantik.
“Mutlak dari swadaya orang tua perangkat desa yang baru dilantik dua bulan lalu. Itu bentuk rasa syukur karena anaknya jadi perangkat desa, istilah Jawanya petilasan,” ujar Suripto.
Suripto menambahkan, kondisi bangunan lama memang sudah memprihatinkan.
“Wong bangunan kui wis meh ambruk, mas. Berhubung ana perangkat desa sing suka rela mbangun, ya pie neh wong bantu,” katanya.
Namun, saat ditanya terkait nominal dana hibah tersebut, Suripto enggan memberikan keterangan secara rinci.
“Ya nek memang kurang, ben warga sek ngiwangi urunan utawa swadaya,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang aktivis dan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Rembang yang meminta namanya disamarkan, Selamet, turut angkat bicara. Ia menilai, niat membangun desa memang patut diapresiasi jika dilakukan dengan baik dan transparan.
“Ya menurut pandangan saya sah-sah saja kalau mau membangun desa dan niatnya baik, ya harus diapresiasi,” ujar Selamet kepada awak media.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya transparansi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Tetapi juga harus digarisbawahi, kalau memang ada yang kurang jelas ya tetap harus disoroti. Apalagi desa tersebut diduga banyak aduan warga dan sering muncul isu-isu yang kurang sedap. Ini hanya asumsi pribadi saya,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari perangkat desa yang bersangkutan maupun dari orang tua perangkat desa yang disebut-sebut memberikan dana hibah untuk pembangunan kantor desa tersebut.
(as.at)