Puncak YGF 2024, Gaung Gamelan Nan Harmonis Makin Menggema (Doc.Istimewa)
Bratapos / Daerah

Puncak YGF 2024, Gaung Gamelan Nan Harmonis Makin Menggema

Terbit : 13-Aug-2024, 11:17 WIB // Pewarta : Arifin, Editor : Arifin // Viewers : 144 Kali
Yogyakarta||Jateng,Bratapos.com - Gaung Gamelan kembali menggema sebagai penanda puncak rangkaian acara sekaligus upacara penutupan Yogyakarta Gamelan Festival ke-29 (YGF 29) di Stadion Kridosono pada Sabtu malam (11/08). Festival berskala internasional yang mewadahi pertemuan antara pemain dan pencinta musik gamelan dari seluruh dunia ini sukses digelar sejak 5 hingga 11 Agustus 2024. Mengusung tema Piweling, YGF menjadi bukti komitmen mempertahankan eksistensi gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke-12 oleh UNESCO.
Gaung Gamelan berhasil mempertemukan para pemain dan pecinta gamelan ini diikuti 14 Karawitan Desa Budaya DIY, gamelan Kiai Kanjeng, Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB)Yogyakarta, Karawitan Putri Bantul dan Gending Bahana UAD. Selain itu, hadir performance dari Saron Groove -c Gayam16 (Yogyakarta), DGYK (Yogyakarta), Anteng Kitiran (Yogyakarta) dan Sanggar Sritanjung (Banyuwangi) serta dimeriahkan booth UMKM Desa Budaya DIY.
Mewakili Gubernur DIY, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, setiap instrumen gamelan memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan. Kendhang misalnya berperan pemimpin yang mengendalikan irama gamelan, memiliki filosofi “ndang” dan dalam bahasa Jawa berarti bersegeralah. Kendhang sendiri memiliki filosofi “ndang” sebagai arti agar bersegeralah dalam beribadah kepada sang Maha Pencipta.
"Setiap instrumen dalam gamelan dimainkan dengan porsinya masing-masing sehingga mampu melahirkan harmonisasi yang indah. Pun dengan keberagaman dan perbedaan yang kita miliki. Tidak perlu sama, namun dengan saling menghargai perbedaan tersebut dapat terwujud kehidupan yang selaras dan harmonis," tuturnya. (Arifin)

Pilihan Untukmu