Kadis Kominfo Sumut Ajak Mahasiswa Hindari Judi Online Foto : Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus menghadiri acara seminar nasional di Kampus Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP), Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan, Rabu (22/1).
Bratapos / Pendidikan

Kadis Kominfo Sumut Ajak Mahasiswa Hindari Judi Online

Terbit : 23-Jan-2025, 22:10 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 223 Kali

Medan || jateng.bratapos.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ilyas Sitorus, mengingatkan mahasiswa untuk menjauhi judi online yang dapat merugikan banyak aspek dalam kehidupan. Pernyataan ini disampaikan dalam seminar nasional bertajuk ‘Bahaya dan Dampak Judi Online bagi Generasi Muda Bangsa’ yang digelar oleh Penyuluh Agama Islam PPPK Kementerian Agama Kota Medan, di Kampus Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP), Medan, pada Rabu (22/1/2025).

Ilyas Sitorus mengungkapkan bahwa judi online memiliki dampak serius, bukan hanya pada aspek finansial tetapi juga pada kondisi sosial, psikologis, kesehatan, akademik, dan kepribadian individu. Menurutnya, upaya pemberantasan judi online sangat bergantung pada kesadaran individu untuk menghindari kebiasaan tersebut.

“Penuntasan masalah judi online ini akan sangat bergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Yang bisa menghentikannya adalah diri kita sendiri,” ujar Ilyas.

Ia juga menyoroti kenyataan bahwa meskipun banyak situs judi online yang sudah diblokir oleh pemerintah, situs baru tetap bermunculan. “Setiap kali satu situs ditakedown, mereka akan segera membuat situs baru lagi,” tambahnya.

Ilyas mengajak mahasiswa untuk membangun ketahanan pribadi dan meningkatkan kesadaran diri. Ia menegaskan pentingnya memiliki mindset bahwa uang tidak bisa diperoleh secara instan, terutama melalui cara-cara yang tidak benar. Mahasiswa juga diimbau untuk menghindari pergaulan dengan orang-orang yang terjerumus dalam judi online, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Impun Siregar, menegaskan bahwa semua agama mengharamkan judi dan umat beragama sepatutnya menjauhinya. “Semua agama menentang dan mengharamkan judi. Sebagai umat Tuhan, sudah sepantasnya kita menghindarinya,” kata Impun.

Kasubdit Ditintelkam Polda Sumut, AKBP Samsul Bahri Siregar, yang turut menjadi narasumber, menambahkan bahwa pelaku judi online biasanya mencari keuntungan instan tanpa memperhatikan dampak buruknya. Ia menjelaskan bahwa faktor utama seseorang terjerumus ke dalam tindak kejahatan, termasuk judi online, berawal dari pengaruh keluarga, lingkungan sosial, dan pendidikan.

Seminar yang dihadiri sekitar 400 mahasiswa dari berbagai jurusan ini juga turut dihadiri oleh Rektor Universitas MBP, Sarman Sinaga, serta dosen dan civitas akademika Universitas MBP Medan.


Pilihan Untukmu