Yogyakarta || jateng.bratapos.com - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, mengungkapkan bahwa persoalan utama dalam permasalahan yang dihadapi seorang siswa adalah kurangnya komunikasi antara orang tua, siswa, dan pihak sekolah. Beruntung, melalui mediasi yang baik antara semua pihak, permasalahan dapat diselesaikan dengan kesepakatan bersama. "Semua pihak sudah sepakat bahwa anak ini akan mengikuti ujian sekolah besok dan tidak ada masalah lagi," ujarnya.
Suhirman juga mengingatkan agar ke depan, baik orang tua maupun pihak lain yang menghadapi permasalahan serupa, tidak ragu untuk berkomunikasi langsung dengan sekolah atau Disdikpora DIY. "Jika ada masalah seperti ini, segera lakukan komunikasi. Kami bisa menyelesaikan permasalahan dengan baik tanpa merugikan anak dalam proses pembelajaran," tambahnya.
Kepala SMK Nasional Berbah, Edy Muchlasin, menjelaskan bahwa tidak ada tindakan pengusiran terhadap siswa yang belum memenuhi persyaratan administrasi ujian. Sekolah bahkan sudah berupaya membantu orang tua siswa dengan mengajukan permohonan keringanan biaya pendidikan. "Kami sudah berbicara dengan orang tua siswa, dan jika ada kesulitan biaya, kami siap membantu dengan syarat ada surat miskin," terangnya. Meskipun orang tua siswa tidak memiliki surat miskin, akhirnya ada pihak yang membantu menanggung biaya tersebut, sehingga masalah pun selesai.
Edy menegaskan bahwa siswa yang bersangkutan akan tetap bisa mengikuti ujian dan menyelesaikan pendidikannya tanpa hambatan. Ia juga menjamin bahwa tidak akan ada diskriminasi atau perlakuan buruk terhadap siswa terkait isu yang sempat viral di media sosial. "Kami pastikan tidak ada diskriminasi atau bullying terhadap siswa ini," kata Edy.