UKSW Bergolak, Mahasiswa dan Dosen Serentak Demo Foto : Ribuan mahasiswa dan dosen dari FTI mengenakan kaus biru gelar aksi jalan kaki membawa spanduk, Senin (05/05/2025).
Bratapos / Pendidikan

UKSW Bergolak, Mahasiswa dan Dosen Serentak Demo

Terbit : 05-May-2025, 21:38 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 535 Kali

Salatiga || jateng.bratapos.com – Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tengah diguncang gelombang demonstrasi besar-besaran yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari tiga fakultas berbeda. Aksi ini mencerminkan keresahan mendalam terhadap kepemimpinan universitas serta kondisi fasilitas yang dinilai tidak layak.

Ribuan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI), yang mengenakan kaus biru, menggelar aksi jalan kaki dari kampus Jalan Diponegoro menuju kampus pusat di Jalan Kartini, sambil membawa spanduk dan mobil ber-sound system. Mereka menuntut peningkatan fasilitas, terutama internet yang selama ini dianggap buruk.

“FTI ini fakultas besar dan penyumbang pendapatan utama, tapi fasilitas yang kami terima justru memprihatinkan. Internet saja amburadul,” tegas Prof. Danny Manongga, Dekan FTI, Senin (5/5/2025).

Danny juga mengkritisi kebijakan rektorat yang dianggap tidak transparan dan otoriter. Ia menuding pimpinan UKSW mencoret sejumlah program penting dan menggunakan anggaran secara tidak adil.

“Kami merasa FTI dijadikan sapi perah. Kami mendesak audit keuangan dan perbaikan komunikasi,” ujarnya.

Ketua Senat Mahasiswa FTI, Klemens Imanuel, turut menyoroti buruknya konektivitas dan keterpencilan lokasi kampus FTI.

“Kami di kampus perbukitan, koneksi Wi-Fi sangat buruk. Padahal ini fakultas teknologi. Bagaimana kami bisa inovatif kalau internet saja tidak layak?” kata Klemens.

Sementara itu, mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum dan Fakultas Teologi juga turun ke jalan, mengecam gaya kepemimpinan rektorat yang dinilai otoriter dan tak transparan. Aksi dari FH sebelumnya digelar Jumat (2/5/2025), dengan longmarch menuju kantor Rektorat UKSW.

Koordinator aksi FH, Rezky Passiuola, menilai penggantian mendadak Dekan Prof. Dr. Umbu Rauta dan sejumlah kaprodi adalah bentuk kesewenang-wenangan.

“Surat keputusan keluar jam 11 malam dan langsung berlaku besok harinya. Ini tidak mencerminkan nilai keadilan yang dijunjung UKSW,” tegasnya.

Gelombang protes ini menjadi sinyal keras bagi pimpinan UKSW untuk segera melakukan introspeksi dan membenahi sistem pengelolaan kampus demi menjaga integritas dan kenyamanan lingkungan akademik.


Pilihan Untukmu