REMBANG, Bratapos.com — Seorang warga Tasikagung melaporkan aksi teror yang dilakukan seorang pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk pada Sabtu dini hari, 22 November 2025. Kejadian berlangsung sekitar pukul 01.00, ketika terdengar keributan di depan rumah salah satu warga.
Korban berinisial N menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia mengaku awalnya mendengar suara gaduh dari luar rumah. “Saya terkejut karena sekitar pukul satu dini hari ada pemuda yang diduga mabuk mendobrak dan menjebol pintu depan rumah saya,” ungkapnya.
N menuturkan bahwa saat kejadian, ia berada di rumah seorang diri karena suaminya sedang berada di laut untuk melaut. “Saya ketakutan, saya tidak tahu apa-apa. Dia masuk dan menjebol pintu depan rumah. Saya benar-benar takut, Pak, karena saya sendirian,” ujarnya.
Tak hanya merusak pintu, pemuda tersebut juga melakukan kekerasan fisik. “Dia menendang perut saya dua kali. Saya sangat ketakutan, posisi suami saya di tengah laut,” tambah N.
N mengaku merasa sering menjadi sasaran gangguan. “Saya diperlakukan seenaknya, seolah-olah saya tidak tahu apa-apa. Hampir setiap malam saya diteror,” katanya.
Pagi harinya, N melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rembang dengan didampingi ketua RT setempat. “Tolong Pak, karena saya sendirian. Saya butuh perlindungan, nyawa saya terancam,” ujar N saat diwawancarai tim Brata Pos Investigasi.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani visum di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang akibat sakit pada bagian perut. N berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut. “Saya berharap pihak berwajib segera mengusut tuntas. Kalau dia mabuk, rumah saya pasti dirusak lagi,” pungkasnya.
(as.at)