Pekalongan || Jateng.Bratapos.com — Seorang driver ojek online (ojol) di Pekalongan menjadi korban penipuan dengan modus pesanan fiktif yang mengatasnamakan layanan Maxim. Pelaku memanfaatkan celah komunikasi di luar aplikasi dan berhasil memeras korban dengan permintaan pembelian barang serta pengisian saldo OVO dalam jumlah besar.
Kejadian bermula ketika pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp, mengaku sebagai pelanggan dan meminta dibelikan sejumlah barang di Indomaret. Ia berdalih harga di sana lebih murah dibandingkan Alfamart. Setelah permintaan pertama dipenuhi, pelaku tak berhenti. Ia terus mengarahkan korban untuk melakukan top up saldo OVO ke akun atas nama “Riana Puspita” dengan alasan pengiriman dokumen dan kebutuhan internal.
Nominal yang diminta terus berubah, disertai berbagai alasan yang terkesan meyakinkan. Puncaknya, pelaku meminta tambahan Rp300.000 karena mengaku saldo sebelumnya kurang. Saat korban mulai curiga dan mempertanyakan lokasi pelaku, ia justru diminta untuk membatalkan pesanan. Dari situ, korban menyadari bahwa ia telah tertipu.
Kasus ini menjadi peringatan bagi driver ojol lainnya untuk lebih waspada terhadap modus penipuan semacam ini. Beberapa ciri yang perlu diwaspadai antara lain: lokasi pelanggan tidak sesuai, adanya permintaan pembelian barang di luar aplikasi, desakan untuk transfer saldo ke akun pribadi, serta instruksi yang terus berubah dengan alasan yang tak masuk akal.
Agar kejadian serupa tak terulang, para driver disarankan untuk hanya mengikuti instruksi yang tercantum dalam aplikasi resmi, menolak komunikasi langsung yang mencurigakan, serta segera melapor ke pihak berwenang jika mengalami situasi serupa.