Simalungun || Jateng.Bratapos.com – Maraknya praktik perjudian jenis togel (toto gelap) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, semakin meresahkan masyarakat. Aktivitas ilegal ini dilaporkan menjamur hampir di seluruh dari 32 kecamatan, bahkan diduga dibekingi oleh oknum aparat dan melibatkan seorang anggota TNI berinisial YSF dari Korem 022/Pantai Timur.
Menurut warga Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, peredaran togel kini semakin terbuka dan berlangsung di lokasi-lokasi strategis yang justru berdekatan dengan instansi penegak hukum seperti Polsek, Koramil, Kejaksaan, hingga Lapas.
“Kami benar-benar heran, kok bisa marak seperti ini? Hampir di tiap kecamatan ada. Apa nggak ada yang awasi atau malah dilindungi?” ungkap Rudi, salah satu warga dengan nada kecewa.
Sejumlah warga menyebutkan nama-nama yang diduga terlibat dalam jaringan togel, mulai dari pengecer hingga koordinator di berbagai dusun dan nagori. Bandar besar berinisial ISMAL bahkan dikabarkan menguasai wilayah seperti Kecamatan Bandar Masilam hingga Pematang Bandar, dengan omset mencapai ratusan juta rupiah sekali putaran.
“Kalau cuma pengecer yang ditangkap, itu belum cukup. Bandarnya yang harus ditindak,” ujar Budi, warga lainnya.
Keterlibatan oknum aparat semakin menjadi sorotan karena adanya dugaan pengawasan lapak-lapak togel oleh aparat berinisial BDI J. Di bawah koordinasinya, nama-nama seperti Pancong, Acong, dan AS di berbagai wilayah seperti Bandar Tinggi, Panambeian, hingga Ilyas Baru disebut masih aktif menjalankan aktivitas judi tanpa hambatan.
Masyarakat kini menuntut tindakan tegas dari pihak kepolisian dan aparat berwenang. “Kami mohon, bersihkan praktik judi ini. Jangan biarkan generasi muda dirusak karena pembiaran seperti ini,” tegas salah satu warga.
Mereka berharap aparat penegak hukum tidak tebang pilih dan berani mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum yang selama ini dianggap membekingi perjudian tersebut.