Rembang || jateng.bratapos.com – Sejumlah 150 nasabah BMT Harum menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Rembang pada hari Rabu (12/02/2025) pukul 10.30 WIB, menuntut pembayaran tabungan yang hingga kini belum diproses. Massa akhirnya diizinkan masuk ke Ruang Rapat Paripurna DPRD untuk melakukan audiensi.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rembang, Nasirudin, S.Si., Wakil Ketua Komisi II, Dumadiono, SH, serta sejumlah anggota lainnya seperti Pak Mariyono dan Pak Ridwan, SH, MH. Selain itu, pihak Dinas Perdagangan dan Koperasi (Indakop) Kabupaten Rembang, diwakili oleh Bapak Mafud, turut hadir bersama perwakilan dari Indakop Provinsi Jawa Tengah.
Namun, sangat disayangkan, meskipun sudah mendapat undangan resmi melalui surat dan telepon, pihak pengurus BMT Harum tidak hadir dalam audiensi tersebut. Hal ini mengundang kekecewaan dari para peserta rapat, karena tanpa kehadiran pihak BMT, pembahasan mengenai persoalan yang dihadapi nasabah BMT Harum tidak dapat menemukan titik terang.
Menurut Sumarlan, koordinator aksi, meskipun 700 orang mendaftar untuk mengikuti demonstrasi, hanya sekitar 150 orang yang hadir. "Kerugian yang ditimbulkan bagi nasabah diperkirakan mencapai Rp 120 milyar, dengan hampir 5.000 nasabah terlibat,"ungkapnya.
Sumarlan menegaskan bahwa jika masalah ini tidak segera ditanggapi dengan serius, aksi lebih besar akan dilakukan.
DPRD Kabupaten Rembang berencana untuk melanjutkan audiensi dengan pemanggilan pihak pengurus BMT Harum melalui prosedur hukum jika kehadiran mereka tetap tidak terpenuhi pada agenda selanjutnya.
(Redaksi Biro Kabupaten Rembang, AS.AT)