Jepara || Jateng.Bratapos.com – Seorang siswa kelas 7 SMPN 2 Jepara, Ahmad Jauhari Al Sunadi, menjadi korban dugaan hipnotis hingga sepeda motornya dibawa kabur oleh orang tak dikenal. Kejadian itu berlangsung pada Senin, 16 Juni 2025, usai ujian semester. Ahmad saat itu sedang berada di Mushola Perhutani Jepara bersama temannya ketika dihampiri oleh pria asing yang mengaku butuh tumpangan.
Pria berusia sekitar 45 tahun itu berbicara dalam bahasa Jawa dan meminta Ahmad mengantarnya ke pasar. Tanpa curiga, Ahmad menuruti permintaan tersebut menggunakan sepeda motor Honda Scoopy hitam merah milik orang tuanya, bernomor polisi K 3036 ATC.
Setelah melalui sejumlah rute hingga tiba di Masjid Baitul Muqorrobin, pelaku menyuruh Ahmad mengambilkan sarung dan memintanya duduk di jok belakang. Mereka melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kedungcino, namun di tengah jalan Ahmad diturunkan dengan dalih pelaku ingin mengganti celana. Saat Ahmad turun, pelaku langsung melarikan diri membawa motor.
Ayah korban, Ahmad Syafaruddin, menyatakan anaknya tampak linglung setelah kejadian. “Sejak pulang, anak saya sulit menjelaskan secara runtut. Kami menduga pelaku memakai bujuk rayu atau hipnotis,” ujarnya, Selasa (24/6). Laporan pun telah dibuat ke Polres Jepara dengan bukti rekaman CCTV yang menunjukkan wajah pelaku.
Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus ini sebagai dugaan penipuan dan penggelapan. Masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, diimbau agar lebih waspada terhadap ajakan dari orang yang tidak dikenal.