Grobogan||Jateng,Bratapos.com - Warga Tambakan Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan Jawa tengah telah diresahkan dengan banyaknya lalat di desa mereka, hal ini diduga berasal dari kandang ayam broiler di tengah pemukiman warga.
Karena komplek kandang ayam tersebut hanya berjarak sekitar 150 meter dari pemukiman warga dan sekolahan. Tak hanya warga saja yang terkena, SD Negeri 1 Tambakan pun terkena dampaknya.
Banyaknya lalat dan bau tidak sedap tersebut mengganggu warga dan membuat resah masyarakat.
Terkait wabah lalat yang terjadi di Desa Tambakan Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan, yang diakibatkan oleh aktifitas kandang ayam juga diduga tak berijin sudah meresahkan warga, akhirnya dimediasi pihak desa.
Dengan dipimpin langsung oleh bapak Abdurrahman selaku kepala desa, juga dihadiri perwakilan dari Dinas Peternakan Grobogan, Kepala Sekolah Desa Tambakan, pengusaha kandang, warga Desa Tambakan, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dan juga Bhabin Kambimnas Mapolsek Gubug.
Perwakilan dari Dinas Peternakan Grobogan menjelaskan saat rapat pertemuan membahas adanya wabah lalat di Desa Tambakan, Gubug yang diakibatkan kandang ayam, "Jadi memang benar adanya dampak wabah bagi masyarakat sekitar kandang, akhirnya kita mediasi lewat perijinan berbagai macam yang sudah dilakukan, yaitu perijinan dari warga masyarakat untuk kegiatan kandang yang dilaksanakan, memang itu dibutuhkan sebagai syarat kandang itu berdiri, akhirnya dari dinas dimediasi, selaku kepala desa ya minta tolong sosialisasilah atau penyelesaian masalah terkait kegiatan-kegiatan yang sifatnya berdampak dimasyarakat, pada hari ini alhamdullilah telah disepakati oleh mbah lurah dan menentukan waktunya, baiknya seperti apa, yang jelas kalo sudah berdampak dimasyarakat juga repot." Terangnya.
Setelah di konfirmasi juga pihak sekolahan yg berdekatan dengan kandang , Lipuryati,SPd Kepala Sekolah SD Negeri 1 Tambakan mengungkapkan bahwa, Keberadaan kandang tersebut sangat mengganggu aktivitas murid, adanya lalat membuat kurang konsentrasi dalam belajar dan ada juga yg sakit Secara terus menerus bergantian,” kata Lipuryati,SPd.
Kepala SD Negeri 1 Tambakan Lipuryati, SPd meminta juga agar menutup kandang tersebut karena sangat menggangu proses belajar mengajar.
Menurut Lipuryati , SPd dengan di tutupnya kandang ayam tersebut nantinya murid murid akan nyaman dan aman kembali dalam melaksanakan belajar.
Salah seorang warga, Syaifudin juga mengatakan "kita tidak menolak adanya kandang tersebut, tetapi kami menolak kandang tersebut ketika tidak ada perijinan dan tidak sesuai dengan SPO yang ada, jika terjadi wabah yang cukup parah seperti kemaren,lalat menyebar sekampung dan berdampak, jadi pihak kandang sanggup untuk menutup kandang tersebut, dan itu dapat diprakrasai oleh kepala desa untuk menutup kandang tersebut, dan pihak pengusaha bersedia menutup kandang tersebut."
Sementara ini penutupan kandang masih menunggu dari instansi instansi yang mengampu usaha perkandangan, kemudian menunggu hasilnya dipersidangan. (Arifin)